Pages

Subscribe Twitter Facebook

Jumat, 03 Agustus 2012

sinopsis absolute boyfriend episode 8


Nai Te melihat cincinnya berwarna ungu, itu berarti Xiao Fei saat ini sangat ketakutan sekali. Tapi anehnya Nai Te tidak bisa melacak keberadaan Xiao Fei. Nai Te pun langsung mencari di ikuti oleh Zhong Shi. Di tengah perjalanan Zhong Shi dan Nai Te bertengkar menentukan kemanakah perkiraan arah Xiao Fei pergi, Zhong Shi berkata agar mereka berpencar saja.
Xiao Fei terus berusaha keluar dari lubang itu tapi akhirnya ia menyerah. Tidak lama kemudian Xiao Fei mendengar seseorang meneriaki namanya, ia pun senang dan memanggil-manggil nama Nai Te, ternyata yang menemukannya dalah Zhong Shi. Zhong Shi bukannya membantu keluar ia malah ikut masuk kedalam lubang itu.
Xiao Fei sangat ketakutan dengan hewan-hewan kecil di dalam lubang itu dan merasa kedinginan tapi untung saja ada Zhong Shi menemaninya dan Zhong Shi memberikannya jaket. Nai Te berhenti mencari sejenak ia memikirkan kata-kata Zhong Shi kemungkinan Xiao Fei ada di tempat gelap. Nai Te pun segera berlari.
Zhong Shi bertanya mengapa sampai Xiao Fei bisa berada disini. Xiao Fei menjawab bahwa ia tidak bisa tidur. Zhong Shi menebak itu karena Xiao Fei memikirkan Nai Te. Lalu Zhong Shi menulang kembali cerita waktu mereka kelas 4 SD. Xiao Fei pernah mengalam kejadian seperti ini terkurung di dalam goa saat jalan-jalan dari sekolah. Walaupun sedang ketakutan tapi Xiao Fei masih terlihat tegar, sejak itulah Zhong Shi mulai menyukai Xiao Fei. Zhong Shi memegang tangan Xiao Fei, tapi Xiao Fei melepaskannya perlahan. Xiao Fei meminta maaf karena menyangka Zhong Shi adalah Nai Te. Zhong Shi berkata sebenarnya ia tidak rela karena ia dan Nai Te sedang bersaing secara adil. Lalu Zhong Shi bertanya pada Xiao Fei, di dalam cinta adakah yang disebut dengan kata adil.
Karena terlalu dingin dan tidak memakai baju hangat Zhong Shi pun ambruk di pangkuan Xiao Fei. Xiao Fei pun membagi jaketnya berdua, dan membiarkan kepala Zhong Shi berada di pahanya. Dalam hati Xiao Fei berkata walaupun Zhong Shi selalu bisa menemukannya saat hilang dan mereka tumbuh bersama, itu tidak akan mungkin mereka dapat bersatu.
Pagi harinya Nai Te baru menemukan Xiao Fei. Ia tidak menyangka Xiao Fei dan Zhong Shi bisa ada di lubang itu berdua dan dengan posisi yang membuat Zhong Shi marah dan emosi. Zhong Shi sudah berada di kamar, ia bertanya pada Lee Wu Wu dimana Xiao Fei. Lee Wu Wu berkata bahwa hanya Lee Wu Wu yang ada disini.
Ternyata Xiao Fei ada bersama Nai Te di sebuah pondok. Ia berkata pada Xiao Fei kali ini hanya ada mereka berdua dan tidak akan ada yang mengganggu. Xiao Fei bertanya dimanakah Zhong Shi karena mereka semalam berdua. Tidak di duga Nai Te kali ini bisa marah dan berteriak bertanya pada Xiao Fei apa saja yang telah ia dan Zhong Shi lakukan. Xiao Fei menyangkalnya, lalu Nai Te ingin menyiapkan makan untuk Xiao Fei tapi ia mengurung Xiao Fei di dalam kamar.
Nai Te bertemu dengan Lee Wu Wu yang menanyakan keberadaan Xiao Fei. Nai Te berkata Lee Wu Wu jangan khawatir karena Xiao Fei ada bersamanya. Zhong Shi mendengar percakapan mereka, ia pun memaksa Nai Te memberitahu dimana Xiao Fei tapi Nai Te mendorongnya hingga jatuh.
Xiao Fei meminta pada Nai Te untuk membawanya kembali. Nai Te marah lagi ia bertanya sekali lagi apa saja yang sudah Zhong Xi lakukan pada Xiao Fei. Xiao Fei berkata bahwa Nai Te sudah salah paham. Tanpa di duga Nai Te membopongnya ke tempat tidur dan ia memaksa Xiao Fei melakukan itu karena ini cara satu-satunya agar Nai Te tidak kehilangan Xiao Fei.
Karena terus menolak akhirnya Nai Te pun meminta maaf. Xiao Fei berkata bahwa ia yang salah karena ia belum siap melakukan hal itu. Nai Te pun menjauh dari Xiao Fei. Xiao Fei berkata dalam hatinya bahwa ia sudah menyakiti hati Nai Te.
Sedangkan Nai Te terus menyesali perbuatannya dan berkata apa yang ingin ia lakukan tadi telah membuat Xiao Fei menangis, ia tak pantas menjadi pacar Xiao Fei. Xiao Fei mengenggam tangan Nai Te dan memohon agar Nai Te jangan berkata seperti itu karena dengan begitu membuatnya makin merasa bersalah. Nai Te menjawab bahwa seharusnya ia membuat Xia Fei bahagia bukan menangis, bila memang Xiao Fei tidak bahagia dengannya ia siap untuk mundur ia meminta Xiao Fei untuk pergi mencari kebahagiaannya dan jang memikirkan dirinya lagi.
Xiao Fei pun langsung memeluk Nai Te ia berkata ia tahu Nai Te tak akan meninggalkannya dan ia meminta agar Nai Te jangan pergi. Nai Te tidak tega dan ia berjanji tidak akan pernah berkata seperti itu lagi.
Lee Wu Wu kecewa dengan dengan Nai Te mengapa sampai ia tidak berhasil lagi. Nai Te malah marah sama Lee Wu Wu dan meminta Lee Wu Wu untuk tidak ikut campur lagi dalam hubungan percintaannya, karena kali ini Nai Te tidak mau melihat Xiao Fei menangis lagi dan benar-benar ingin menjadi pacarnya yang nyata. Lee Wu Wu aneh dan kaget ternyata pemikiran Nai Te seperti manusia dan ia punya pemikiran sendiri. Tapi Lee Wu Wu menganggapnya itu tidak mungkin.
Nai Te menunjuk sebuah foto dan bertanya pada Xiao Fei siapakah anak laki-laki itu, Xiao Fei menjawan dengan senyum-senyum dan menjawab bahwa anak laki-laki itu adalah cinta pertama saat sekolah namanya adalah Ciang Cin Su. Terlintas di benak Xiao Fei kenangan saat kecil dulu bersama Cin Su. Cin Su berniat ingin melindungi Xiao Fei saat terkena bola softball tapi malah Cin Su sendiri yang terjatuh sampai-sampai terluka di tangannya dan meninggalkan bekas yang cukup parah. Tapi pertemanan mereka sangat singkat itu karena Cin Su harus pindah sekolah.
Nai Te bilang pada Xiao Fei bahwa ia iri karena memiliki kenangan, sedangkan ia adalah robot yang sama sekali tidak memiliki kenangan yang tersimpan dalam hati. Xiao Fei berkata dalam hatinya melihat Nai Te seperti ini membuat hatinya sangat pedih karena ia hanya memiliki Xiao Fei sebagai pacar sempurnanya.
Xiao Fei mengingat sesuatu dan pergi mencarinya dan ia menemukannya. Itu adalah sebuah kamera Polaroid, ia langsung memotret Nai Te dan memberikan hasilnya. Nai Te kaget melihatnya mengapa dirinya ada di dalam foto itu dan itu sangat bagus. Xiao Fei pun memberikan kamera Polaroid itu untuk Nai Te dan berkata agar dengan benda ini Nai Te bisa membuat kenangannya sendiri.
Nai Te terus memotret Xiao Fei dengan kamera itu, lalu Xiao Fei pun memberitahu Nai Te biasanya memotret itu ada sebuah alasan seperti saat jalan-jalan. Nai Te pun mengingat sesuatu yang ia simpan, ia mengambilnya dan memberikan pada Xiao Fei. Ternyata itu adalah sebuah voucher liburan yang Nai Te dapatkan dari undian saat dia di taman, saat itu ia mendapatkan bola emas maka ia bisa mendapatkan voucher ini. Xiao Fei sangat senang mendapatkan voucher gratis tapi setelah itu ia termenung. Nai Te sedih dan berkata bila Xiao Fei tidak ingin pergi itu tidak masalah. Ternyata Xiao Fei takut bila ia disana berduaan dengan Nai Te apa yang akan terjadi, tapi karena melihat wajah Nai Te yang sedih ia memutuskan tetap pergi.
Dirumahnya Zhong Shi sedang minum obat dan memikirkan saat liburan bersama Xiao Fei dan Nai Te. Ia merasa ada yang di sembunyikan oleh Xiao Fei tentang identitas Nai Te dan Lee Wu WU. Tiba-tiba gelas yang di pegangnya terjatuh dan pecah, ia memegang pecahan itu dan ingat saat dulu ia memegang pecahan piring setelah makan bersama Xiao Fei dirumahnya (itu loh saat Nai te menjebol tembok rumah Zhong Shi). Ia aneh pada dirinya sendiri mengapa ia sama sekali tidak mengingat mengapa piring itu bisa pecah (ialah secara udah di sihir sama Lee Wu Wu).
Xiao Fei dan Nai Te akhirnya pergi berjalan-jalan. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang di mabuk asmara. Mereka mencoba segala macam permainan di arena permainan, Xiao Fei sangat senang, sedangkan Nai Te selalu sibuk memotret setiap gerak-gerik Xiao Fei. Sampai akhirnya kaki Xiao Fei sangat lelah, Xiao Fei bertanya pada Nai Te mereka akan kemana lagi. Nai Te pun menjawab bahwa mereka akan nonton bioskop dan meminta Xiao Fei duduk sebentar menunggunya membeli tiket.
Saat sedang duduk di taman, banyak anak kecil bermain softball. Tiba-tiba ada sebuah bola melesat di depannya, ada seorang pria hendak menolong Xiao Fei tapi ia malah jatuh di depan Xiao Fei dengan wajah malu. Pria itu berkata pada Xiao Fei bahwa ia sangat malu karena jagoan gagal menolong seorang wanita cantik seperti Xiao Fei.
Pria itu mengambil bola yang mengenai Xiao Fei dan mengembalikan pada anka-anak lagi. Saat mengambil bola Xiao Fei melihat bekas luka di tangan pria itu, saat ia ingin bertanya Nai Te keburu datang dan mengajaknya pergi.
Pria itu memberitahukan pada Nai Te bahwa pacarnya tadi terkena bola. Nai Te pun langsung bertanya apakah Xiao Fei baik-baik saja, Xiao Fei hanya tersenyum. Nai Te berterima kasih pada pria itu dan mereka [un berjabat tangan. Mereka berjabat tangan tepat di depan wajah Xiao Fei, tiba-tiba bayangan Cin Su muncul, Xiao Fei pun ingin bertanya lagi tapi kali ini pria itu di panggil oleh seorang anak kecil dan ia pergi.
Xiao Fei ingin naik permainan piring putar, ia terlihat sangat antusias dengan permainan itu. Nai Te ikut senang dan ia berkata nanti malam ia akan memijit tubuh Xiao Fei agar rasa capek hari ini bisa hilang. Xiao Fei pun membayangkan adegan itu dalam pikirannya dan ia senyum-senyum sendiri.
Saat sedang mengantri tiket, pria itu datang lagi menghampiri Xiao Fei dan bertanya apakah ia benar baik-baik saja. Xiao Fei tambah berfikir apakah dia benar-benar Cin Su, tapi ia ragu bertanya langsung. Tiba-tiba anak kecil yang bersama pria itu datang dan berkata ingin pergi ke toilet, entah mengapa Nai Te lah yang mengajukan diri untuk mengantarnya dan menyuruh Xiao Fei mengantri tiket bersama pria ini.
Xiao Fei akhirnya bertanya pada pria itu apakah ia Ciang Cin Su. Pria itu menjawab iya dan tak berapa lama ia bertanya balik pada Xiao Fei apakah ia Guan Xiao Fei. Xiao Fei pun tersenyum dan bertanya apakah luka ditangan Cin Su masih ada. Cin Su pun bercanda bahwa luka ini masih terlihat keren kan. Antrian mereka akhirnya sudah habis ini giliran mereka untuk naik tapi Nai Te dan anak kecil itu masih juga belum sampai. Akhirnya Cin Su mengajak Xiao Fei untuk naik duluan saja, mereka pun naik bersama. Sedangkan Nai Te masih menunggu anak kecil itu di toilet.
Setelah bermain kepala Xiao Fei sedikit pusink kakinya pun kram. Tanpa di duga Cin Su berlutut memegang dan member koyo pada kaki Xiao Fei. Xiao Fei aga canggung dan ia berkata dalam hatinya mengapa semua keinginannya kini mulai tercapai. Lalu mereka pun mengobrol dan mengenang saat di sekolah dasar bahwa dari dulu Cin Su suka menolong dan mentraktir Xiao Fei dan itulah mengapa ia menyukai Cin Su.
Xiao Fei sadar bahwa ia sudah keceplosan menyampaikan rasa sukanya, Cin Su bengong mendengarnya lalu dengan lirih ia menjawab bahwa ia juga sejak dulu suka pada Xiao Fei. Mereka lalu bertatapan muka dan tiba-tiba saja Cin Su mendekatkan wajahnya pada Xiao Fei. Sedangkan Nai Te dan anak itu sudah hampir menghampiri mereka.

-Bersambung-  

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Powered by Blogger