Pages

Subscribe Twitter Facebook

Jumat, 03 Agustus 2012

sinopsis absolute boyfriend episode 7

Xiao Fei menanyakan dimanakah Nai Te, Zhong Shi menjawab bahwa ia sudah pergi. Lalu Zhong Shi memberi tahu apakah Xiao Fei tidak menyadari ia tadi sudah melewati ketakutannya, ia juga sudah bisa berenang dan menahan nafas. Xiao Fei berfikir sebentar dan ia sangat senang akhirnya usahanya membuahkan hasil. Zhong Shi berkata jujur bahwa ia sedih melihat Nai Te lah yang menjadi pendorong Xiao Fei akhirnya bisa melewati ketakutannya bukan dirinya. Ia meminta pada Xiao Fei bila memang nanti Nai Te tidak menginginkannya lagi, Xiao Fei harus menyerah karena Zhong Shi tidak mau melihat Xiao Fei semakin terluka, bersedih dan menyakiti diri sendiri.
Mei Ja sedang sarapan berdua dengan Nai Te. Mei Ja bertanya apakah Nai Te bisa memasak makanan. Nai Te pun menjawab bahwa ia di atur untuk bisa memasak jadi itu hal yang sangat mudah baginya. Mei Ja lalu menyuruh Nai Te datang lagi ke restoran ini saat malam stelah itu mereka akan memasak dirumah Mei Ja. Nai Te sangat senang akhirnya di ijinkan ke rumah Mei Ja.
Siang harinya Nai Te sedang menjadi model untuk departemen seni, ia berpakaian seperti gladiator. Xiao Fei melihatnya dan menghampirinya, karena melihat Nai Te ribet dengan pakaiannya sehingga tidak dapat banyak bergerak ia pun memonyongkan bibirnya untuk mencium Nai Te, tapi entah mengapa ia mengurungkan niatnya. Tiba-tiba Nai Te memberitahukan bahwa ia akan makan romantis berdua di rumah Mei Ja dan “melakukan itu”. Xiao Fei pun kaget dan ingat kata-kata Lee Wu Wu, jika sampai Nai Te dan Mei Ja “melakukan itu” maka ia selamanya tak akan mendapatkan Nai Te karena ronot Nai Te akan ditarik perusahaan.
Xiao Fei memohon pada Nai Te sebelum ia kerumah Mei Ja, Nai Te harus melihat dirinya berenang dahulu. Saat mau pergi ke kolam renang, Xiao Fei bertemu dengan Zhong Shi. Zhong Shi berkata pada Xiao Fei bahwa ia semakin yakin Xiao Fei tidak akan menyerah pada Nai Te, ia mohon maaf untuk kali ini ia tidak bisa menemani Xiao Fei ke kolam renang karena ia akan sedih bila melihat Xiao Fei kalah tapi ia akan menjadi lebih sedih bila ia melihat Xiao Fei menang.
Nai Te sudah menunggu, Xiao Fei langsung menceburkan diri dengan sekuat tenaga ia mencoba namun ia masih belum berhasil. Nai Te kesal menunggunya dan ia sudah janji pada Mei Ja maka ia meninggalkan Xiao Fei. Xiao Fei semakin berusaha keras berenang namun kakinya kram dan ia pun tenggelam. Saat di luar Nai Te melihat cincinnya berubah warna menjadi ungu, ia melihat sensor di matanya apakah Mei Ja dalam bahaya ternyata itu bukan Mei Ja melainkan itu sinyal dari Xiao Fei. Dengan melawan kata hatinya Nai Te pun pergi. Sedangkan Zhong Shi berhasil menemukan Xiao Fei namun dalam keadaan tidak sadarkan diri. Ternyata Nai Te tidak bisa melawan hati kecilnya, sebelum Zhong Shi menyelamatkan Xiao Fei, Nai Te sudah mendahuluinya.
Nai Te mencium Xiao Fei berniat untuk memberikan pertolongan pertama. Badan Nai Te seperti tersengat listrik dan matanya pun penuh dengan sensor bayangan Xiao Fei, akhirnya usaha Xiao Fei berhasil. Bukan ia yang mencium Nai Te tapi Nai Te lah yang menciumnya dan kini Nai Te sudah kembali milik Xiao Fei selamanya. Saat sadar Xiao Fei bingung mengapa Nai Te ada disampingnya dengan kondisi basah kuyup sepeti ini. Xiao Fei mengetes Nai Te dengan menanyakan Mei Ja, lalu Nai Te menjawab untuk apa ia bertemu Mei Ja karena pacarnya adalah Guan Xiao Fei. Xiao Fei benar-benar senang dan mencium serta memeluk Nai Te. Zhong Shi semakin terpuruk melihatnya.
Lee Wu Wu bersama pasukannya dengan maksud mengambil alih robot Nai Te lagi, tapi kenyataan di depan mata mereka berkata lain. Nai Te selamanya milik Xiao Fei. Sedangkan Mei Ja terus menunggu sambil melipat banyak serbet yang ia bentuk sebuah burung di restoran tempat ia dan Nai Te janjian.
Nai Te memeluk tubuh Xiao Fei yang kedinginan karena tenggelam tadi. Setelah di peluk Xiao Fei merasakan kehangatan. Mereka pun berpelukan, Xiao bertanya apakah Nai Te tahu bahwa ia sudah di aktifkan kembali oleh Mei Ja. Nai Te tidak ingat sama sekali. Xiao Fei pun memberitahukan walaupun ia telah di aktifkan orang lain tapi Nai Te masih mengingatnya. Maka dari itu mulai sekarang Xiao Fei akan menjaga Nai Te dengan sangat hati-hati. Nai Te tersenyum dan ia pun mencium bibir Xiao Fei.
Pagi harinya wajah Xiao Fei berseri-seri, ia menyapa Zhong Shi. Tapi kejahilan Zhong sepertinya keluar lagi bukannya menjawab baik-baik ia malah mengejek Xiao Fei dengan menyebut kini Xiao Fei kini bukan “bandara” lagi karena ia berhasil merebut pacarnya kembali. Karena kesal Xiao Fei pun menarik pipi Zhong Shi sampai tidak berbentuk, tidak mau kalah Zhong Shi pun melakukan hal yang sama. Merasa Zhong Shi memberikan perlawan dengan sangat terpaksa ia meremes muka Zhong Shi dengan kedua tangannya, Zhong pun tak kalah sadis ia kunyel-kunyel muka gadis yang ia sukai dengan penuh rasa balas dendam. Sampai pada akhirnya Qing Shi melihat mereka bertindak kekanak-kanakan mereka pun sepakat melepaskan cubitan maut masing-masing.
Saat Nai Te dan Xiao Fei sampai kantor, teman-temannya sedang terlihat kebingungan ternyata mereka sedang memikirkan cara siapakah yang akan memberitahukan pada Mei Ja bahwa ia akan dipindahkan ke kantor cabang Taichung. Xiao Fei terlihat sedih, lalu Nai Te dengan sukarela mengajukan dirinya lah yang akan memberitahu Mei Ja. Nai Te meminta izin pada Xiao Fei untuk bertemu Mei Ja sekalian ia ingin memberitahukan bahwa ia dan Xiao Fei sudah pacaran lagi.
Mei Ja sedang di restoran, Nai Te membawakan sarapan untuk Mei Ja. Mei Ja bingung untuk apa Nai Te menemuinya lagi. Nai Te pun memberitahukan masalah kepindahan tapi Mei Ja berkata sambil tersenyum bahwa ia sudah tahu dan senang akan pindah ke Taichung. Lalu Nai Te mengabarkan Mei Jai bahwa ia dan Xiao Fei sudah balikan lagi, ia meminta maaf. Mei Ja menjawab dengan ketus ia berkata hampir saja ia terbuai rayuan Nai Te tapi untung saja dirinya segera sadar, ia semakin yakin bahwa semua lelaki brengsek. Nai Te menasehati bahwa Mei Ja tidak boleh berfikir seperti itu, ia yakin Mei Ja akan menemui seseorang yang selalu memperhatikan dan sepenuh hati mencintai Mei Ja. Nai Te juga menyampaikan bahwa Xiao Fei tidak akan pernah lupa kenangan indah bersama Mei Ja. Mei Ja terlihat sedih dan melihat gelang di tangannya sudah tidak ada.
Saat Mei Ja terburu-buru meninggalkan restoran, ia bertabrakan dengan pemilik restoran itu. Semua bajunya kotor terkena jus. Saat ia sedang membersihkan baju ia kaget melihat serbet yang ia lipat saat berada di restoran ini ternyata di pajang dengan cantik.
Pemilik restoran meminta maaf ia bersedia mengganti uang laundry baju Mei Ja bahkan bila perlu ia akan membelikannya baju baru. Karena melihat Mei Ja terus memandangi kertas lipat yang ia buat, pemilik pun berkata lipatan serbet itu sangat cantik maka ia sayang membuangnya dan tercetus ide untuk memajangnya. Mei Ja ingat dengan kata-kata Nai Te tadi, mungkinkah ini adalah orang yang Nai Te katakan. Akhirnya mereka saling berpandangan dan wajah Mei Ja tersenyum cantik.
Xiao Fei dan Nai Te bertemu dengan Lee Wu Wu. Lee Wu Wu langsung membahas masalah pentung, ia berkata pada Xiao Fei bahwa ia harus segera meresmikan hubungannya dengan Nai Te dengan cara “melakukan itu”, bila tidak ia akan kehilangan Nai Te lagi. Xiao Fei hanya senyum-senyum, ia berkata dalam hatinya setiap kali ia ingin “melakukan itu” ia selalu berfikir Nai Te itu robot dan akhirnya membuatnya mundur. Lee Wu Wu pun memerintahkan Nai Te untuk memulainya saat ini juga. Nai Te dengan cepat melepas bajunya dan berkata bahwa ia sudah lama ingin melakukannya dengan Xiao Fei hal itu membuat Xiao Fei menjerit dan pergi.
Xiao Fei sedang memikirkan siapakah yang akan ia pilih antara Zhong Shi dan Nai Te. Bila ia memilih Nai Te apakah mungkin karena ia hanya seorang robot sedangkan bila ia memilih Zhong Shi akan menjadi lebih aneh karena ia sudah dekat sejak kecil. Xiao Fei pun berteriak sambil mengacak-ngacak rambutnya. Ternyata bukan hanya ia yang ada di toilet tapi teman ada disitu juga. Teman nya berkata untuk mengetahui siapakah orang yang di cintai diantara dua pilihan yaitu dengan cara siapakah yang akan memberinya pertolongan saat ia susah atau senang. Xiao Fei menjawab tanpa ia bicara dan mengatakan pun mereka berdua sama perhatiannya. Lalu temannyaberkata lagi disaat sedang kesulitan siapakah diantara mereka berdua yang pertama kali terlintas di benak
Xiao Fei. Temannya menambahkan itu adalah kata-kata dari Falun Kui Xue Wu. Xiao Fei bingung dan berkata apakah orang itu orang yang terkenal. Temannya berkata bahwa ia adalah penulis novel roman, dengan segera temannya memberikan novel itu pada Xiao Fei.
Zhong Shi datang menemui Nai Te. Ia bertanya apakah ia dan Xiao Fei benar-benar telah kembali dan Nai Te sudah berhenti bekerja di bar gigolo. Nai Te pun hanya menjawab ia. Lalu tanpa di duga Zhong Shi menyampaikan perasaannya pada Xiao Fei bukan sekedar sahabat tapi ia menyukai Xiao Fei. Zhong Shi tidak akan menyerah walaupun Xiao Fei sudah kembali pada Nai Te. Ia meminta Nai Te untuk bersaing secara sehat. Nai Te bingung mendengar penjelasan Zhong Shi ia hanya berkata bahwa hanya dirinya yang akan menjadi kekasih paling sempurna.
Sehabis belanja, seperti biasa Lee Wu Wu muncul dengan mendadak. Lee Wu Wu memakaikan sebuah kacamata yang bersinar pada Xiao Fei. Xiao Fei kebingungan tapi ia tidak bisa melepaskan benda ini, Xiao Fei bertanya mau kemana mereka. Lee Wu Wu mengatakan bahwa mereka akan ke sebuah pulau rahasia di Kronos Surga. Lee Wu Wu segera membawa mereka pergi. Nai Te semakin bingung dan Lee Wu Wu menjelaskan bahwa ia akan membantu Nai Te untuk mengalahkan Zhong Shi.
Akhirnya mereka sampai di pulau yang sangat indah. Saat Nai Te ingin mebawa kopernya, Lee Wu Wu melarang dan berkata bahwa Nai Te dan Xiao Fei harus menyimpan energinya untuk “melakukan itu”, karena memang itulah misi Lee Wu Wu membawa mereka kesini. Tiba-tiba koper itu bergerak-gerak sendiri seperti ada sesuatu di dalamnya, saat Lee Wu Wu buka betapa terkejutnya ternyata ada Zhong Shi di dalam dengan keadaan tangan dan mulut di lakban.
Lee Wu Wu bertanya siapa yang membawa Zhong Shi ikut juga. Nai Te menjawab bahwa ialah yang membawa Zhong Shi karena ia ingin bersaing mendapatkan Xiao Fei secara sehat. Xiao Fei hanya bisa tertunduk lemas.
Zhong Shi ingin meminta bantuan agar ia kembali kerumah namun sinyal ponselnya tidak ada sama sekali. Xiao Fei menghampiri Zhong Shi dan meminta tolong pada Lee Wu Wu untuk membawa Zhong Shi pulang. Dengan sekali telpon kapal untuk Zhong Shi sudah ada, Zhong Shi bingung mengapa ponsel Lee Wu Wu bisa sedangkan ia tidak bisa. Lee Wu Wu berkata bahwa keputusan Zhong Shi ingin pulang itu sangat bagus karena Nai Te dan Xiao Fei akan melakukan “malam pertama” mereka disini. Zhong Shi kaget mendengarnya dan ia pun berubah pikiran ia akan tetap di pantai ini.
Dimana pun Xiao Fei, Nai Te dan Zhong Shi bersama mereka selalu bertengkar karena memperebutkan Xiao Fei sampai tangan Xiao Fei pun di tarik kanan dan kiri. Saat main di pantai, makan siang bahkan saat memilih kamar tidur. Zhong Shi tidak setuju Lee Wu Wu memberikan kamar untuk Nai Te dan Xiao Fei berduaan, karena Zhong Shi dan Nai Te rebutan akhirnya Xiao Fei memilih tidur sendiri. Didalam kamar ia berkata dalam hatinya ia kesini bukan untuk berlibur, ia malah semakin lelah. Xiao Fei juga bingung bagaimana bila Lee Wu Wu terus memaksanya “melakukan itu” dengan Nai Te.
Xiao Fei tidak bisa tidur, ia memutuskan jalan-jalan sendiri. Xiao Fei melihat kelinci kecil, ia terus mengejar kelinci itu tanpa di sadari ada sebuah lubang dan akhirnya Xiao Fei terjerembab di dalam lubang itu. Zhong Shi sedang menunggui Nai Te yang sedang tidur, ia takut Nai Te memanfaatkan waktu bertemu Xiao Fei. Tapi tiba-tiba Nai Te bangun dan berkata Xiao Fei dalam bahaya. Ternyata benar karena Lee Wu Wu juga sedang mencari-cari Xiao Fei ke kamar Nai Te dan Zhong Shi tetap tidak ada.

-Bersambung-  

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Powered by Blogger