Pages

Subscribe Twitter Facebook

Kamis, 05 Juli 2012

sinopsis endless love episode 3 part 1

Setelah kejadian penamparan itu Jun Xi membawa En Xi ke suatu tempat. En Xi masih diam dan terus menangis.
Sedangkan Xin Ai pulang ke rumah dan terus menangis, sampai di depan gerbang ia bertemu dengan ayahnya yang baru pulang bekerja. Lalu ayahnya membawa ia masuk dan ibu menanyakan pada Xin Ai kenapa ia pulang dengan menangis.

Xin Ai pun menjawab kakak telah memukul nya semua ini karena En Xi. Ibu nya tetap bersikap dingin, ia bilang pada Xin Ai untuk berganti pakaian dan makan. Namun Xin Ai begitu emosi ia bilang bahwa ibunya hanya peduli pada En Xi padahal ia adalah anak kandung nya. Dulu saat ia di rumahnya selalu jaga toko dia juga ingin di sayang ayah dan ibu seperti mereka sayang pada En Xi. Xin Ai juga ingin memakai pakaian bagus dan bermain bersama kakak sama seperti En Xi.

Ibu nya pun tak kuasa mendengar putri nya memohon dan terus menangis, akhirnya ia luluh dan memeluk putrinya dengan rasa bersalah dan meminta maaf pada Xin Ai. Tuan Yin hanya bisa menatap mereka dengan perasaan sedih. Tuan Yin keluar untuk menunggu Jun Xi dan En Xi, tak berapa lama mereka pun pulang. Tuan Yin bertanya pada Jun Xi kenapa ia memukul adiknya. Jun Xi menjawab kalau ia tidak memukul adiknya. Ayahnya berkata kalau Jun Xi harus mengerti karena Xin Ai harus adaptasi dengan lingkungan barunya dan Jun Xi pun harus peduli karena Xin Ai juga adikknya. Jun Xi marah ia menjawab kalau adikknya hanya En Xi bukan Xin Ai dan Jun Xi pun menyuruh ayahnya mengantar Xin Ai pulang. Karena emosi ayahnya pun menampar pipinya.

En Xi duduk sendiri di meja makan sambil memandangi keempat gelas bergambar di depannya dan berbicara sendiri. Ia mengucapkan terima kasih pada semua karena sudah begitu baik. Ia akan membawa gelas miliknya dan itu membuatnya merasa selalu bersama mereka. Dan ia pun mencium gelas itu satu per satu dan mengucapkan selamat tinggal (sumpah adegan ini bikin air mata ga ke tahan lagi uwaaa …)

Ternyata malam itu juga En Xi meninggalkan semuanya dan kembali pada ibu kandungnya. Ajhumma heran dengan apa yang ia lihat dan ia menerimanya. Pagi harinya ibu, En Xi dan kakak nya sarapan bersama. Ia tidak selera dengan hidangan yang ada tapi karena takut ibunya kecewa ia pun memakasakan untuk memakannya. Setelah makan kakak nya ternyata mencuri uang lagi, ibunya mengejar dan kakak nya menabrak En Xi yang sedang membawa ember air. Ibu nya bilang kau tidak usah mengambil air biar aku saja, baik ibu aku akan menyapu jawab En Xi. Ibu berkata kalau memang En Xi canggung memanggil nya dengan ibu panggil ia dengan bibi saja.

Nyonya Yin mengajak ajhumma bertemu di suatu tempat, ia meminta agar ajhumma mau mengembalikan En Xi padanya. Ajhumma marah ia berkata apakah Nyonya Yin berfikir mereka itu barang dan kau bisa tawar menawar denganku, kalau begitu kau kembalikan dulu Xin Ai padaku. Nyonya Yin menyampaikan bahwa Xin Ai tidak mau kembali lagi pada ajhumma. Nyonya Yin ingin meminta izin pada ajhumma untuk merawat En Xi dan Xin Ai karena mereka berencana pergi ke amerika untuk sekolah di sana. Ia tidak bisa meninggalkan En Xi sendiri dan membiarkan En Xi hanya akan menjadi penjaga kedai saja. Ajhumma marah karena Nyonya Yin egois, kalau benar ia tidak dapt membayar orang untuk menjaga kedai selain En Xi saat ini karena walaupun restoran ini kecil tapi saat musim dingin akan ramai dan aku tidak bisa menanganinya sendiri.

Lalu Nyonya Yin mengeluarkan amplop berisi uang, ini sebagai rasa terima kasih pada ajhumma karena telah membesarkan Xin Ai hingga besar, ia memohon untuk mengembalikan En Xi maka ia akan memberikan uang yang lebih banyak lagi. Ajhumma menjawab apa kau bisa memberikan seluruh harta kekayaanmu, tidak bisa kan. Apakah ini harga dari Xin Ai dan En Xi untukmu. Aku tahu kau kaya tapi mana bisa aku menjual putriku sendiri. Lalu ajhumma melempar uang itu ke muka Nyonya Yin dan meninggalkannya pergi. Setelah sampai di rumah ajhumma pun menarik En Xi keluar dan bertemu dengan Nyonya Yin.

En Xi berlari dan memanggil Ibu .. ibu .. pada Nyonya Yin, mereka saling memeluk dan menangis ajhumma pun mendekati mereka pada Nyonya Yin bahwa ia benar yang di anggap benar-benar ibu oleh En Xi adalah Nyonya Yin, karena En Xi tidak pernah memanggilnya ibu. AJhumma menyadari bila En Xi hidup dengannya En Xi akan hidup susah karena hanya bisa menjaga kedai dan tidak ada waktu untuk belajar, tidak apa jika ajhumma kehilangan seorang putri dan ia merasa tidak berhak merawat En Xi. Ajhumma pun menyuru En Xi untuk ikut bersama Nyonya Yin karena mereka akan ke amerika. Nyonya Yin pun mengucapkan terima kasih dan ajhumma pergi meninggalkan mereka dengan penuh air mata.

Nyonya Yin berkata pada En Xi bahwa ia akan membawa En Xi pulang. Tapi En Xi menjawab ia tak bisa pulang karena ia bukan putinya lagi karena sekarang Nyonya Yin sudah mempunyai Xin Ai dan Jun Xi. Tapi Nyonya Yin tetap memaksa dan En Xi bilang bahwa Nyonya Yin sekarang tidak usah khawatir dan jangan mencemaskannya lagi. En Xi pun benar-benar meninggalkan Nyonya Yin tanpa peduli panggilan Nyonya Yin.

En Xi mengejar ibu kandungnya dan berkata bahwa ia mau ikut dengan ibunya dan mereka pun menangis begitu kencang lalu berpelukan.

Keesokan harinya Jun Xi menunggu En Xi setelah pulang sekolah, En Xi melihat nya tapi ia sengaja menjauh dan tidak menemuin Jun Xi. Jun Xi terus mengikuti En Xi dari belakang. En Xi malah berlari dan Jun Xi pun berteriak bahwa ada sesuatu yang ingin ia bicarakan. Akhirnya En Xi mengalah mereka pun berjalan bersama. Jun Xi bilang bahwa sebentar lagi ulang tahun En Xi, dan Jun Xi ingin saat ulang tahun En Xi mereka pergi ke pantai. En Xi menjawab ia menyesel bahwa jam tangan kado ulang tahun dari Jun Xi tahun lalu masih tertinggal di rumah Jun Xi.

En Xi bertanya pada Jun Xi, di kehidupan yang akan datang Jun Xi mau menjadi apa. Karena tidak tahu jawabannya Jun Xi balik bertanya kalau En Xi sendiri mau jadi apa. En Xi menjawab kalau ia ingin menjadi “sebatang pohon”. Jun Xi heran dan bertanya apa alasan En Xi ingin menjadi “sebatang pohon” . En Xi menjawab karena kalau sebatang pohon ia selamanya akan tetap disana takkan pindah dengan begitu ia takkan berpisah dengan keluarganya (hiksss … makna dari perkataan En Xi menggambarkan dirinya yang sedih harus meninggalkan Jun Xi dan orang tuanya) lalu En Xi juga bilang bahwa ia sudah rela dan mengetahui kalau Jun Xi dan semuanya akan ke amerika, En Xi juga berkata pada Jun Xi bahwa ia telah bilang pada Nyonya Yin En Xi bukanlah anaknya lagi dan minta pada Jun Xi untuk tidak menghiraukannya lagi, En Xi pun berlari meninggalkan Jun Xi.

Hari ini adalah hari ulang tahun En Xi dan juga Xin AI. En Xi keluar rumah dan melihat bunga mawar yang indah ia pun mengucapkan selamat ulang tahun untuk dirinya sendiri, berbanding terbalik dengan Xin Ai.

Xin Ai sedang merayakan ulang tahunnya dengan meniup sebuah lilin di atas kue tart dan semua orang memberinya kado ulang tahun. Ibu membelikan sebuah gaun cantik sedangkan Jun Xi memberikan sebuah jam tangan. Lalu Jun Xi mengambil sesuatu di sebuah kotak dan itu adalah jam tangan En Xi yang ia hadiahkan untuk En Xi pada ulang tahunnya tahun lalu. Jun Xi berniat meminta itu dari Xin Ai tapi Xin Ai bilang karena saat ini ulang tahun En Xi juga maka Xin Ai yang akan memberikan jam tangan itu sendiri (tapi mukanya itu loh senyum sinis,pengen jitak deh ngeliatnya ..) Sesampainya di kelas En Xi duduk dan melihat laci, ia menemukan jam tangan kesayangan, ia kaget tapi ia tahu mungkin Jun Xi lah yang menaruhnya di situ lalu En Xi menyimpan jam tangan di tas miliknya. Tapi entah mengapa Xin Ai melihatnya dan tertawa sinis.

Setelah pelajaran musik selesai tiba-tiba Xin Ai menangis di mejanya, semua temannya bertanya mengapa ia menangis, sampai pada akhirnya ibu guru datang dan memberitahu bahwa Xin Ai kehilangan sebuah benda dan semua siswa di perintahkan oleh guru mereka untuk duduk di atas meja dan menaruh tas di pangkuan mereka lalu memejamkan mata. Ibu guru menjelaskan bahwa benda milik Xin Ai yang hilang itu adalah sebuah jam tangan bergambar mickey mouse. En Xi tampak takut dengan hal ini, ia tau apa yang akan terjadi. Tapi itu semua sudah terlanjur karena jam mickey mouse yang ibu guru bilang ada di dalam tas nya. Setelah semua siswi duduk di atas meja ibu guru memberi kesempatan bagi siapa yang mengaku maka akan di maafkan tapi setelah menunggu tidak ada yang mengaku, ibu guru pun mulai menggeledah tas siswi satu per satu.

En Xi memegangi tas nya dengan begitu erat sampai pada akhirnya giliran En Xi yang tasnya akan diperiksa, karena begitu ketakutan dan sangat erat memegangnya ibu guru pun sampai menarik dengan kuat dan pada akhirnya tumpahlah isi seluruh tas En Xi di lantai dan semua orang melihat bahwa jam tangan yang di maksud ada di dalam tas En Xi.

En Xi pun menangis ia berkata bukan ia yang mengambil jam tangan itu. Xin Ai pun berdiri ia berkata bahwa hal ini tidak apa-apa dan jam tangan itu memang untuk En Xi. Tapi En Xi tetap berkata bahwa ia bukan pencuri tapi jam tangan ini diberikan oleh kakaknya dan ditaruh di laci. Ibu guru memanggil Jun Xi dan mengumpulkan mereka bertiga di ruang guru.

Ibu guru bertanya pada Jun Xi apakah benar ia yang menaruh jam tangan itu di laci En Xi, tapi Jun Xi hanya bisa diam tanpa menjawab (mungkin Jun Xi dilema antara En Xi atau adik kandungnya sendiri) akhirnya karena melihat Jun Xi tidak akan membelanya En Xi pun bilang bahwa hari ini ia tidak bertemu dengan kakaknya itu. Ibu guru pun menyimpulkan bahwa En Xi lah pencurinya. Lalu En Xi dihukum berlutut dengan memegang papan (aku ga tahu apa tulisan mungkin permintaan maaf) di depan ruang guru. En Xi sedang berada di kelas ia memutuskan untuk tidak segera pulang, ia menuliskan semua kekesalan nya di papan tulis dan tiba-tiba Jun Xi datang dan memanggilnya. En Xi berkata bahwa ia sudah memperigatkan Jun Xi untuk tidak memperdulikan dia lagi. Tapi Jun Xi berkata itu semua tidak apa dan ia ingin mereka mengganggapnya kali ini mereka berkenalan untuk pertama kalinya, ia pun menyebutkan nama dan menyodorkan tangan selayaknya orang berkenalan. En Xi mulai menangis dan ia bilang bukan ia yang mencuri tapi jam itu memang ada di lacinya. Jun Xi menjawab bahwa ia sudah tahu. Jun Xi juga mengajak En Xi untuk ke laut.

Mereka pun sampai di laut En Xi tampak senang dan mulai bermain-main dengan ombak. Mereka menikmati bermain di pantai dan mulai saling kejar-kejaran dan main jamsut seperti biasanya, Jun Xi tetap selalu mengalah demi En Xi bisa tertawa. Jun Xi pun mulai mengoreskan kayu di atas pasir ia membuat gambar En Xi di atasnya. Jun Xi pun bertanya apa En Xi suka dengan lukisan di pasir ini. En Xi bilang kalau ini terlihat jelek, ia tidak sejelek ini dan ia bilang ia tak suka.

Jun Xi berkata bahwa ia akan memberikan sesuatu yang En Xi akan suka. Jun Xi pun mengeluarkan kotak setelah En Xi membuka ia terkejut ternyata itu gelas bergambar wajah Jun Xi. Jun Xi berkata ini akan menemanimu di saat kau kesepian.

Ternyata malam pun cepat tiba,mereka sedang menunggu bis dan di situ En Xi bertanya kapankah Jun Xi akan pergi ke Amerika dan kapan kembali, ia akan merasa sangat kehilangan karena Jun Xi pasti akan lama berada disana. Ia juga berkata bahwa ia takut sekali Jun Xi akan melupakannya. Jun Xi hanya mendengar semua perkataan En Xi tanpa sekalipun menjawab semua pertanyaan En Xi tapi ia bilang mungkin ia akan melupakan En Xi tapi ia akan ingat selalu bahwa di kehidupan mendatang En Xi ingin menjadi “sebatang pohon”. Keesokan pagi saat Ibu guru mengabsen setiap siswa ia memberitahukan bahwa Xin Ai dan keluarga hari ini akan pindah ke Amerika. En Xi pun segera keluar kelas dan berlari menuju rumah Jun Xi.

Sesampainya dekat rumah Jun Xi En Xi melihat mobil Tuan Yin keluar rumah dan ia terus mengejar di belakangnya tanpa henti terus dan terus, ia pun berteriak menyebut-nyebut ibu, ayah, oppa. Tapi karena laju mobil yang terlalu kencang ia pun hanya bisa melihat mobil itu pergi untuk selamanya.


-Bersambung-  

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Sedih banget ini drama :')

_yosa_

Poskan Komentar

 
Powered by Blogger