Pages

Subscribe Twitter Facebook

Kamis, 05 Juli 2012

sinopsis endless love episode 4 part 1

Episode ini di buka dengan marahnya seseorang pada A Tai karena ia jarang pergi ke kantor untuk bekerja, ternyata itu adalah kakak kandung A Tai. Menanggapi kemarahan kakaknya A T ai dengan santai menjawab bahwa silahkan pecat saja dia. Kakaknya pun beralasan kalau bukan karena ayah mereka yang memanjakan A Tai sudah sejak dulu ia di pecat. Tiba-tiba A Tai memecahkan sebuah guci di ruangan itu, ia berkata sepertinya guci itu mahal karena ia memecahkannya maka kakaknya bisa memecatnya. Namun bukan jawaban yang keluar dari mulut kakaknya tapi tamparan mendarat di wajah A Tai.

Karena A Tai marah ia pun langsung pergi ke kamarnya dan sedikit mabuk. Ia menelpon operator, En Xi lah yang menerima telponnya. Di telpin A Tai marah-marah dan bertanya mengapa AC di kamarnya tidak menyala, A Tai terus saja marah dan berkata tidak sopan. En Xi bilang bahwa ia akan memanggil tukang servis AC, karena A Tai tidak tahu sopan santun En Xi pun balas mengerjai dia dengan menyuruh A Tai menggunakan AC secara manual.

Karena sedikit mabuk ia menuruti semua perkataan A Tai. En Xi menyuruhnya masuk ke dalam kamar mandi, disitu ada shower lalu taruh di atas kepala dengan tinggi dan putar knop di atas, ternyata bukan hanya dingin tapi A Tai basah kuyub karena yang keluar adalah air bukan angin.

En Xi pun pulang dengan sepedanya. Sedangkan Jun Xi sedang berjalan-jalan. Di tengah perjalanan En Xi dan Jun Xi saling melewati satu sama lain dan mereka tidak saling mengenal. Ternyata Jun Xi ingin pergi ke lapangna golf bertemu dengan sahabat lamanya yang sedang bermain golf.

Ternyata A Tai lah yang sedang bermain golf itu, saat mau memukul bola A Tai emosi karena ada seseorang yang berdiri di tengah lapangan ia pun menghampiri orang tersebut ternyata itu adalah sahabatnya sendiri Jun Xi dan merekapun saling memeluk. Jun Xi berkata bahwa ia kesini sengaja ingin menjenguk sahabat lamanya itu (teman saat belajar melukis di Amerika, A Tai juga mengenal Xin Ai, masih ingat kan Xin Ai adik kandung Jun Xi yang nyebelin bgt hehe ..) A Tai pun mengajak ke kamarnya. Mereka saling berbincang, Jun Xi bertanya apakah A Tai kesini karena ingin mengurus hotel dan A Tai menjawab semua ini karena ayahku yang menyuruh (wow ternyata A Tai pemilik hotel tempat En Xi bekerja ..) A Tai menanyakan mengapa Jun Xi berhenti melukis saat ini. Jun Xi tidak menjawab tapi ia malah bertanya mengapa A Tai tinggal sendiri di tempat yang besar. A Tai menjelaskan bahwa ia tinggal bersama dengan seorang wanita bernama bibi Cui ia adalah operator disini. Lalu Jun Xi meledek A Tai mengapa ia belum juga punya pacar. Jun Xi member tahu kalau Xin Ai sudah lulus ia akan adiknya itu akan pindah ke Seoul.

Jun Xi pun mengatakan bahwa ia akan bertunangan (ingat dengan gadis bergaun pink di episode 3, itu adalah calon tunangan dari Jun Xi. Menurut aku sih kurang cantik ga sepadan dengan Oppa Jun Xi) A Tai kaget sekaligus senang, ia bertanya apakah Jun Xi akan bertunangan dengan Yu Mei. Jun Xi pun menganggukan kepalanya.

Malam harinya Jun Xi duduk di teras dengan pikiran kosong. Tiba-tiba A Tai terbangun dari tidurnya dan ia melihat Jun Xi di teras. A Tai pun menghampirinya dan berkata malam ini banyak bintang tapi Jun Xi belum juga menyadari kehadiran Jun Xi di sampingnya. A Tai pun bicara lagi ia bertanya pada Jun Xi mengapa ia mau menikah tetapi ia malah datang ke seoul. Jun Xi menjawab bahwa ia ingin mencari seorang wanitanya disini. A Tai bingung karena calon tunangan Jun Xi adalah Yu Mei dan ia bukan di Seoul. Jun Xi segera menjelaskan bahwa wanita ini adalah wanita dari keluarga yang orang lain tidak boleh mengetahuinya. A Tai menanyakan alas an apa Jun Xi sampai rela mencarinya, Jun Xi pun berkata bahwa ia ingin memberitahukan kabar pernikahannya pada wanita itu. Jun Xi pun berdiri menjauhi A Tai, ia berkata pada dirinya sendiri “En Xi, aku mau bertunangan”.

Keesokan harinya A Tai dan Jun Xi pergi mengendarai mobil. A Tai mengantar ke sebuah hotel tempat dimana Jun Xi akan bertunangan dengan Yu Mei. Di perjalanan ia kembali berlawanan arah dengan En Xi. Tapi kali ini mereka saling melirik dan merasakan seperti ada suatu hal mengenai orang yang mereka lihat.

Di hotel seoul, Yu Mei dan Jun Xi sedang melakukan persiapan acara mereka. Yu Mei bertanya pada Jun Xi apakah Jun Xi ingat saat pertama kali mereka bertemu. Saat itu Jun Xi mengatakan ingin jadi apa di kehidupan mendatang. Jun Xi pun meneruskan perkataan Yu Mei bahwa ia ingin menjadi “sebatang pohon” (masih ingat ini kata-kata siapa ?? yupz ini adalah kata-kata terakhir yang diberikan En Xi sebelum Jun Xi meninggalkannya) Yu Mei pun berkata bahwa ia kini telah menanam pohon itu dan Yu Mei menggengam tangan Jun Xi dengan erat.

Setelah A Tai sampai di hotelnya, ternyata hp Jun Xi tertinggal di jok kursi mobilnya. Lalu ia pergi ke ruang operator. Kebetulan ia bertemu dengan salah satu operator, A T ai pun bertanya apakah di bagian operator ini ada seorang bibi. Operator itu pun tertawa mendengarnya dan ia member tahu A Tai bahwa yang bekerja di bagian operator berumur 20 tahunan semua (kayaknya sih di hotel ini belum ada yang tahu bahwa A Tai adalah anak pemilik hotel) Upacara pertunangan pun sudah dimulai, sedangkan A Tai sedang kebingungan mendegar penjelas operator yang ia temui tadi. Akhirnya dia punya ide.

Ia mengambil hp nya dan ia menelpon ke hp Jun Xi lalu ia menaruh hp Jun Xi di gagang telpon kamarnya yang dan menekan nomor telpon operator. A Tai menanyakan apakah bibi cui ada.

Pesta pertunangan Jun Xi berjalan lancar, ia bersulang dan mulai memakaikan cincin pertunangan pada jari Yu Mei. Disaat makan Yu Mei menanyakan apakah Jun Xi melihat pacar pertamanya dan siapakah namanya. Dan Jun Xi pun menjawabnya “sebatang pohon”.

Sedangkan A Tai sedang sibuk dengan trik yang ia gunakan untuk mencari tahu siapakah bibi cui itu sebenarnya. Ia terus berbicara melalui hp Jun Xi yang telah ia hubungkan dengan telpon kamarnya sambil terus ia berjalan menuju ruangan operator. A Tai terus berusaha memohon agar jangan mematikan telponnya dulu. Sampai pada akhirnya ia sudah berada di dalam ruang operator dan menemukan En Xi lah satu-satunya yang sedang menerima telpon dan itu adalah telpon darinya. En Xi belum sadar bila yang menelpon kini ada disampingnya, A Tai pun berkata halo bibi cui dari situ lah ia tahu ternyata A Tai sudah mengerjainya.

Dengan tersenyum puas A Tai langsung bertanya pada En Xi siapakah namanya yang sebenarnya. En Xi menjawab namanya adalah En Xi lengkapnya Cui En Xi. A Tai mengajak En Xi berbicara di luar. A Tai bertanya bahwa En Xi telah berbohong dengan mengatakan ia sudah memiliki anak dua dan berumur 37 tahun.

En Xi pun menjawab dengan senyuman bahwa ia memang berkata ia memiliki dua orang anak tapi ia tidak bilang bahwa itu anaknya sendiri dan alas an mengapa ia bilang umurnya adalah 37 tahun, karena En Xi tahu A Tai adalah orang yang suka gombal pada wanita. En Xi pun meminta izin untuk pergi karena selama bekerja tidak boleh berbicara dengan tamu terlalu lama.

Setelah acara selesai Yu Mei membawa Yun Xi kesebuah tempat. Itu adalah sebuah rumah di mana terdapat ruangan kerja yang dipersiapkan oleh Yu Mei sebagai kado untuk Jun Xi dan ia telah membawa semua barang Yun Xi. Yun Xi pun kaget mendengar semua barang-barangnya di pindahkan tanpa seiizinannya.

Jun Xi bilang ia tidak dapat menerima pemberian Yu Mei karena ia akan tinggal di rumah kakak kelasnya di seoul dan akan membantunya di studio milik temannya itu. Yu Mei marah mengapa Jun Xi bertindak tanpa memberitahunya dulu. Jun Xi pun menjawab apa yang ia lakukan sama dengan Yu Mei, Yu Mei pun bertindak tanpa meminta izin padanya. A Tai menelpon operator untuk di sambungkan telpon ternyata ia menelpon Jun Xi dan mengoceh semua hal yang sudah ia alami pada hari ini , ia menceritakan segala hal tentang bibi cui dan A Tai juga bilang bahwa ia tertarik dengan wanita seperti itu, A Tai sengaja menelpon melalui operator karena ia tahu En Xi akan menguping semua pembicaraannya. Sedangkan Jun Xin sendiri tidak menegrti dengan apa yang A Tai katakana, ia malah bilang A Tai sama sekali tidak peduli dengan masalahnya yaitu acara pertunangannya hari ini. En Xi mendengar semua percakapan A Tai dan ia seperti berfikir setelah mendengar suara Jun Xi. Tapi sayangnya teman En Xi datang dan membuat En Xi menutup telpon nya sebelum A Tai memanggil nama Jun Xi.

A Tai sedang dilapangan golf bersama denngan sisten ayahnya, asisten itu member tahukan bahwa minggu depan akan di adakan perayaan ulang tahun ibu A Tai dan ia diharapkan akan hadir. A Tai menanggapinya dengan dingin, A Tai hanya bertanya dimana ia harus menandatangani file yang dibawa asisten. Asisten menjelaskan file ini adalah file mutasi 3 bulanan pelayanan VIP. A Tai pun bertanya apa yang dimaksud dengan pelayanan VIP. Asisten bilang pelayanan VIP itu adalan pembantu pribadi, ia pun menawarkan pada A Tai apakah ia mau mempunyai pembantu pribadi. Setelah selesai asisten tadi memberikan file tersebut pada penanggung jawab pelayanan VIP, wanita itu kaget setengah mati dengan apa yang ia lihat.

Wanita itu tidak terima En Xi adalah seorang operator bagaimana mungkin bisa menjadi pembantu pribadi. Asisten menjawab bahwa ini adalah kemauan anak bungsu pemilik hotel ini. Asisten menambahkan bahwa tak aka nada yang bisa memerintahkan dia di perusahaan ini ia meminta agar menerima saja semua keputusan ini. Asisten berkata bahwa selama ini tuan muda mempunyai hubungan yang rumit dengan banyak wanita, En Xi pun ia sendiri yang memilihnya, mungkin tuan muda sedang pacaran. Sesaat setelah itu supervisor pun mengumpulkan semua pembantu pribadi, ia mendekati En Xi dan berkata bahwa dengan para tamu jangan terlalu dekat. En Xi merasa sangat terpojok dengan ucapan supervisor ini. Ia pun menemui A Tai yang sedang berenang dan ngomong panjang lebar bahwa ia tidak habis piker mengapa ia yang terpilih menjaddi pembantu pribadinya. Kalau ia tidak bekerja dengan baik dan dipecat apakah A Tai akan bertanggung jawab. Tapi A Tai tidak menanggapinya. En Xi semakin kesal dan pergi ia juga berkata pada A Tai bahwa yang bisa berkomunikasi dengan baik adalah manusia dengan manusia. A Tai tersenyum melihat tingkah En Xi (kayanya A Tai mulai ada rasa neh ..) setelah kejadian ini semakin banyak A Tai menjahili En Xi salah satunya ia berkata pada En Xi bahwa jam tangannya hilang, En Xi pun mencari-cari sampai ke tempat pembuangan sampah.

Karena tidak juga ketemu makanya En Xi memberikan jam lain pada A Tai. Dengan entengnya A Tai bilang bahwa ia hanya membohongi En Xi, tanpa piker panjang dan saking emosinya En Xi menyiram wajah A Tai dengan segelas air. En Xi menangis ia ingat akan kejadian sekolah dulu saat ia dituduh mencuri jam tangan Xin Ai.

-Bersambung-  

1 komentar:

Fatikhudin mengatakan...

Makasih sinopsisnya, komplit plus detail gambar,kebetulan episode ini lagi main hari di TV B-CHANNEL

Poskan Komentar

 
Powered by Blogger