Pages

Subscribe Twitter Facebook

Sabtu, 28 Juli 2012

sinopsis a thousand day promises episode 2


Ibu Ji Hyung sangat marah mendengar anaknya berkata seperti itu, ia berkata pada JI Hyung bagaimana mungkin ia tidak mencintai Hyang Gi. Mereka sudah bersama bahkan sejak mereka kecil bahkan mereka sudah tidur bersama, Hyang Gi hanya mencintai Ji Hyung saja. Kemana pikiran Ji Hyung ingin membatalkan pernikahan yang sudah sangat dekat. Ji Hyung berkata bahwa mana yang lebih buruk bila ia menikahi Hyang Gi tapi ia menjadi penipu seumur hidup karena ia mencintai orang lain bukan Hyang Gi. Ibu berkata dengan penuh tangis Ji Hyung harus mengakhiri hubungannya dengan wanita lain dan setia pada Hyang Gi. Ibu juga memohon jangan sampai ayah Ji Hyung mendengar hal ini karena ini akan berpengaruh pada pekerjaan ayahnya di rumah sakit milik keluarga Hyang Gi. Ji Hyung memelas pada ibunya apakah ia tidak peduli pada kebahagian anaknya sendiri. Ibu Ji Hyung pun berkata semua ini kesalahan Ji Hyung dan ia akan berpura-pura tidak pernah mendengar hal ini.
Jae Min datang menemui Seo Yeon, ia berkata bahwa Seo Yeon tidak usah berpura-pura mengenai Ji Hyung karena baru saja ia bertemu dengannya. Seo Yeon kaget dan bertanya apa yang ia bicarakan. Jae Min hanya bilang bahwa Ji Hyung sudah mengatakan semuanya, apakah sebelum mereka berkencan Ji Hyung menipu Seo Yeon dan bilang akan mengurus tunangannya. Seo Yeon tertawa dan ia bilang bahwa ia tidak peduli dengan wanita itu, karena baginya ia hanya meminjam Ji Hyung sementara, ia juga akan melakukan apapun yang ia ingin dan yang ia bisa agar tidak menyesal seumur hidupnya. Seo Yeon juga memberitahu Jae Min bahwa semua itu sudah berakhir hari ini, Seo Yeon meminta maaf karena telah membuat Jae Min kecewa. Jae Min bertanya apakah Seo Yeon baik-baik saja dan apa yang akan ia lakukan untuk menyelesaikannya. Seo Yeon dengan tetap tersenyum dan berkata ia akan melupakannya dalam 3 bulan 10 hari (artinya 1000 hari).
Ji Hyung mencoba menghubungi Seo Yeon namun ponselnya tidak dapat di hubungi, tidak lama ia mendapat telpon dari Jae Min. Jae min berkata bahwa ia bertemu dengan Seo Yeon hari ini, Seo Yeon sama sekali tidak menangis. Jae Min mengingatkan Ji Hyung bahwa Seo Yeon sejak kecil ia sudah terlatih untuk tegas. Sejak SMA Seo Yeon sudah membantu ibu Jae Min di dapur, saat tahun kedua di universitas Seo Yeon sudah menghasilkan uang untuk dirinya sendiri dengan mengajarkan anak-anak. Jadi bila Ji Hyung menganggap Seo Yeon lemah itu salah. Jae Min juga memberitahukan bahwa Seo Yeon akan melupakan Ji Hyung dalam 3 bulan 10 hari.
Pagi-pagi sekali Hyang Gi datang kerumah Ji Hyung. Ia membawa bingkisan kue untuk Nyonya Park. Hyang Gi bertanya semalam Ji Hyung pulang jam berapa. Nyonya Park berkata Ji Hyung pulang sebelum tengah malam dan terlihat sangat lelah, lebih baik Ji Hyung jangan membangunkannya dulu. Lalu Hyang Gi meminta izin untuk ke kamar Ji Hyung ia berjanji tidak akan membangunkannya dan hanya ingin melihatnya saja. Nyonya Park pun mengizinkannya. Saat melihat Ji Hyung masih tertidur Hyang Gi pun mencium bibirnya, karena merasa kurang Hyang Gi pun menciumnya lagi. Kini Ji Hyung merespon ciuman Hyang Gi dan berdiri di atas tubuh Hyang Gi sambil terus membalas ciuman walaupun ia belum membuka matanya.
Setelah mata Ji Hyung terbuka ia kaget dan menjauh dari Hyang Gi. Ia sangat marah pada Hyang Gi mengapa Hyang Gi bisa melakukan itu saat dirinya tidur. Wajah Hyang Gi sangat terkejut, ia pun menangis mengapa ia tidak boleh melakukan hal itu dengan pacarnya sendiri. Sudah setahun lebih Ji Hyung tidak menyentuhnya. Ji Hyung selalu beralasan di hotel dan di apartemennya bukan hal yang baik, Hyang Gi selalu bisa menerima. Tapi tidak sepantasnya Ji Hyung memarahinya seperti ini membuatnya malu.
Seo Yeon ingin meminta tolong pada Moon Kwok belikan sesuatu tapi ia lupa apa nama benda itu, ia pun memberikan cirri-ciri benda itu. Seo Yeon berkata benda itu untuk mengaris bawahi pada kertas dan berwana hijau, Moon Kwok pun tahu ia berjanji akan membelikan stabile untuk kakaknya. Dalam hati Seo Yeon berkata bagaimana bisa ia lupa dengan stabilo. Lalu Seo Yeon mendengarkan tape dan terdengar lagu dari Arias madame kupu-kupu, itu membuatnya mengingat saat bersama Ji Hyung di dalam mobil pinggir jalan. Ia ingat saat Ji Hyung menceritakan lagu itu tentang pinkerton yang mengkhianati geisha dan menikah akhirnya ia mati dengan memotong perutnya sendiri.
Seo Yeon mendapatkan telpon dari kepala editor, ia bertanya mengapa Seo Yeon melupakan jalan santai hari ini. Seo Yeon baru mengingatnya, ia pun melihat kalender di ponselnya ternyata benar ia melupakan acara itu. Saat sedang mengerjakan tugas kantornya Seo Yeon melihat panci air menguap tanpa alas apa-apa Seo Yeon memegang panci panas itu dengan tangannya, ia pun berteriak kepanasan. Ia mengambil lap dan melihatnya, panci itu sudah benar-benar kosong ia pun menaruhnya di wastafel. Kali ini ia benar-benar frustasi dan berkata apa yang terjadi sebenarnya pada dirinya, mengapa ia bisa membuat panci ini benar-benar kosong dan melupakan stabilo begitu juga dengan jalan santai.
Moon Kwok kaget melihat kakaknya masih berada di rumah, ia bertanya apakah kakaknya tidak bekerja. Seo Yeon tertawa dan berkata bagaimana mungkin ia bekerja pada hari minggu. Moon Kwok mulai frustasi melihat kakaknya melupakan ini adalah hari senin. Moon Kwok mulai tergenang air matanya dan berkata Seo Yeon harus segera memeriksakan diri kerumah sakit atau mungkin ini dampak Seo Yeon terlalu banyak minum obat penghilang sakit kepala. Seo Yeon pun bergegas berganti pakaian.
Sedangkan di lain tempat Hyang Gi sedang melakukan fitting pakaian. Perancang busananya bertanya pada Hyang Gi mengapa pengantin prianya belum juga datang. Tidak lama kemudian Ji Hyung datang, perancang busana menanyakan pendapat Ji Hyung bagaimana pendapatnya tentang baju pengantin yang sedang di pakai Hyang Gi. Ji Hyung hanya menjawab bagus dengan nada yang sangat datar, hal itu membuat perancang aneh mengapa Ji Hyung terlihat sangat tidak senang. Hyang Gi membela Ji Hyung sambil tertawa mengatakan bahwa sikap Ji Hyung memang dingin seperti itu. Saat tuksedo datang, Ji Hyung melihatnya dengan seksama dan terpancar raut kesedihan di wajahnya.
Saat makan siang dengan teman-teman kantornya, lagi-lagi Seo Yeon lupa sesuatu. Ia marah pada pelayan dengan makanan yang di antar untuknya. Seo Yeon yakin ia memesan daging babi bukan kari. Tapi teman-teman Seo Yeon menjawab bahwa mereka mendengar Seo Yeon memesan kari bukan daging babi. Karena merasa ini aneh ia pun meninggalkan restoran dan terlihat begitu tertekan atas kejadian untuk sekian kalinya. Teman-temannya pun merasakan ada yang aneh dengan Seo Yeon.
Ji Hyung, Hyang Gi dan keluarga mereka masing-masing sedang berkumpul membicarakan pernikahan nanti. Tiba-tiba ibu Hyang Gi menegor Ji Hyung karena daritadi ia hanya diam dan ekspresi wajahnya seperti orang yang tidak menginginkan pernikahan ini. Ji Hyung hanya berkata tidak ada apa-apa, karena ibu Ji Hyung tahu apa yang sedang terjadi pada anaknya maka ia juga membela anaknya di depan ibu Hyang Gi.
Saat dalam perjalanan pulang Ji Hyung pun ingin menelpon Seo Yeon tapi niatnya pun diurungkan. Ia mengingat lagi kenangan saat bersama Seo Yeon saat memadu kasih di kolam renang, mereka berdua sangat bahagia. Ji Hyung Juga mengingat saat indah berjalan berdua di tepi pantai.
Ji Hyung : Menurutmu aku akan menjadi apa dalam 5 tahun yang akan datang ?? Apakah aku sanggup untuk melepaskanmu Se Yeon : Dalam 5 tahun kau akan menjadi ayah, dalam 10 tahun kau hanya akan menjadi pria dan 40 tahun yang akan datang hari ini akan menjadi kenangan lama. Kau bahkan tidak menyadari bahwa kau telah melepaskan aku. Dan hari-hari selanjutnya diriku hanya menjadi sebuah fosil dari masa lalu.
Ji Hyung dan Hyang Gi sedang melakukan pemotretan prewedding. Ibu Hyang Gi lah yang menjadi pengarah gayanya. Lagi-lagi ibu Hyang Gi marah pada Ji Hyung karena sikapnya sedikit kaku dan tidak sama sekali tersenyum. Ji Hyung takut ibu Hyang Gi kecewa maka ia berusaha tersenyum dengan sedikit terpaksa.
Seo Yeon memutuskan untuk pergi ke dokter spesialis syaraf. Di depan dokter ia pun menceritakan semua hal yang ia alami. Seo Yeon berkata bahwa saat ia menonton TV ia lupa dengan nama aktornya, ia sering melupakan ponsel, kunci, atau berjanji melakukan sesuatu pada orang lain tapi ia lupa melakukannya. Dokter bertanya apakah Se Yeon pernah mengalam cidera kepala akibat kecelakan, atau ia mempunyai tekanan. Seo Yeon menjawab ia tidak pernah mengalami cidera kepala sedangkan tekanan selalu ia anggap semua itu bukan apa-apa tapi ia sering mengalami sakit kepala yang cukup menyakitkan. Lalu dokter memberikan tes untuk memori dengan mengajukan dalam bentuk pertanyaan dan permainan mengigat nama benda. Analisis sementara ini adalah gangguan kognitif ringan atau demensia (kepikunan) karena banyak kesamaan antara keduanya maka dokter menyuru Seo Yeon untuk pemeriksaan lebih lanjut dan pasti dengan menggunakan MRI atau CAT scan.
Ji Hyung menemui Jae Min, ia memberikan sebuah cek untuk Seo Yeon. Ji Hyung berniat menopang seluruh biaya hidup Seo Yeon tanpa ia mengetahui bahwa dirinya lah yang memberi. Ji Hyung minta tolong pada Jae Min untuk mengaku itu uang miliknya saja. Jae Min menolak mentah-mentah dan berkata, ialah yang akan menopang kehidupan Seo Yeon. Jae Min juga tahu Seo Yeon wanita seperti apa, Seo Yeon tak akan mengambil apa yang ia berikan. Ji Hyung pun meminta maaf atas tindakannya, ia pun hanya meminta tolong pada Jae Min untuk menjaga Seo Yeon.
Seo Yeon mengunjungi toko roti adik iparnya Myung Hee, disana Moon Kwok bekerja disana. Seo Yeon memutuskan membeli beberapa roti karena ia tidak ingin memasak hari ini. Saat pamit pulang pada adiknya, Moon Kwok menanyakan di mana mobil kakaknya di parkir karena tadi kakaknya berkata ingin mengunjungi teman di rumah sakit mengendarai mobil (Seo Yeon berbohong karena ia tidak ingin ada yang mengetahui penyakitnya). Seo Yeon menjawab dengan santai bahwa ia kesini naik taksi. Moon Kwok benar-benar marah bagaimana mungkin Seo Yeon naik taksi dan meninggalkan mobilnya di rumah sakit. Moon Kwok berkata seharusnya kakaknya bukan mengunjungi rumah sakit tapi harus menginap disana, karena ia sangat yakin terjadi suatu hal dalam kepala kakaknya.
Saat dirumah Seo Yeon mondar-mandir seperti orang linglung, ia mengingat-ingat kali ini ia melupakan mobilnya, ia berusaha keras berfikir dan akhirnya ia pun berteriak sekuat tenaga pikirannya penuh dengan tekanan.

-Bersambung- 

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Powered by Blogger