Pages

Subscribe Twitter Facebook

Kamis, 05 Juli 2012

sinopsis endless love episode 4 part 2

En Xi pulang kerumah untuk mengambil pakaian miliknya di rumah ibunya karena selama ia menjadi pelayan VIP ia akan tinggal mes hotel tempat ia bekerja. En Xi sudah dekat dengan rumahnya tiba-tiba ia bersembunyi dan melihat dari kejahuan ibu sedang berbicara dengan kakak dan orang yang ia tidak kenal, ibu kelihatan sangat marah dengan kakaknya itu. Setelah kakak dan orang itu pergi En Xi pun menemui ibunya.

Ia minum bersama ibunya, ibu menanyakan mengapa En Xi harus tinggal di mes. En Xi pun member pengertian kalau ia akan pulang seminggu sekali. Ibu lalu berkata Tuan Jin hari ini memberi sekotak ikan lagi, ia ingin menikahi En Xi dan ia juga sering menyelesaikan masalah kakaknya.

Ibu pun sudah mulai menangis, En Xi segera memluk ibunya dan meminta maaf karena ia masih ingin menemani ibunya lebih lama lagi. Ia juga sudah bekerja dan akan menabung agar semua hutang mereka lunas dan hidup mereka akan lebih baik. Dan En Xi bertanya sekali lagi apakah ia masih boleh tinggal disamping ibunya lagi. Ibu hanya bisa meminta maaf karena kehidupan mereka susah dan dulu ia kan sudah meminta En Xi untuk ikut ke Amerika. En Xi pun tak ingin mendengar semuanya lagi.

En Xi pun pergi ke kamarnya untuk merapihkan pakaian yang akan ia bawa, tapi ia teringat sesuatu yang ia simpan. Ia mengambil sebuah kotak dan membukannya ternyata itu adalah gelas bergambar miliknya dan juga milik Jun Xi. En Xi pun menahan tangis melihat itu semua.

Di saat yang sama Jun Xi sedang mengunjungi studio kakak kelasnya dan melihat-lihat gerabah disana. Temannya berkata sebenarnya ia masih ingin tinggal di studio ini tapi orangtuanya menyuruhnya untuk pindah. Teman itu menanyakan pada Jun Xi apa Jun Xi sudah memberitahu Yu Mei kalau ia akan tinggal di sini. Jun Xi menjawab kalau ia sudah membertahu dan Yu Mei akan sering datang ke studio ini. Hal ini juga baik untuk kesehatan Yu Mei. Jun Xi melihat temannya itu membawa sebuah kamera, ia pun bertanya mau kemana kakak kelasnya itu. Kakak kelasnya berkata bahwa ia akan pergi memotret karena di daerah sini banyak pemandangan indah, ajhussi itu pun mengajak Jun Xi ikut dengannya.

Sampai lah mereka di sebuah sungai, ajhussi sibuk untuk memotret maka Jun Xi pun memutuskan untuk berjalan-jalan naik perahu sendirian. Jun Xi pun naik ke atas perahu, dan tanpa di duga En Xi ada di sungai itu juga tapi dengan perahu berlainan, seperti biasanya mereka berlawanan arah.



Karena En Xi berdiri sedikit menyamping Jun Xi pun bisa melihatnya walaupun tidak begitu jelas karena tertutupi oleh payung yang di pakai En Xi, ia terlihat lama berfikir melihat wajah itu setelah perahu sama-sama menjauh ia pun ingat siapa wajah yang tidak asing itu, itu adalah En Xi nya. Ia pun berlari berusaha mengejar En Xi, karena mereka berlawanan arah Jun Xi pun tidak dapat menemukan jejak En Xi karena ia harus berputar arah.  

Setelah dari sungai mereka berdua lalu pulang ke studio, ajhussi tadi menunjukkan semua hasil jepretannya. Ternyata ajhussi memotret En Xi, Jun Xi senang melihatnya dan ia berkata adakah foto yang lebih dekat dan jelas. Setelah di cari-cari ajhussi menemukannya dan menunjukkan foto itu pada Jun Xi.

Setelah itu Jun Xi pergi ke hotel A Tai ia berniat untuk tinggal sementara disana. A Tai bilang ia boleh tinggal disitu semaunya dan A Tai pun memberikan hp serta kunci kamarnya. Ia juga bilang bila Jun Xi ingin mengecas hp bisa di bagian resepsionis. A Tai bertanya sebenarnya ada urusan apa Jun Xi kesini. Jun Xi mengatakan ia sepertinya melihat orang yang ia kenal, Jun Xi akan memberitahukan pada A Tai bila benar-benar sudah menemukannya.

Tidak lupa A Tai pun bilang sembari bercanda bahwa Jun Xi tidak boleh menggoda wanita miliknya yang membersihan kamarku, karena aku tahu sifatmu.

A Tai memberikan hp Jun Xi pada En Xi ia minta tolong untuk mengisi hp Jun Xi dan juga ia meminta maaf masalah jam tangan itu. Dan jam tangan yang diberikan En Xi di pakai oleh A Tai. Setelah A Tai pergi En Xi tersenyum malu. En Xi langsung pergi ke ruangan resepsionis dan langsung mencharger hp itu, setelah menyala ia kaget karena nomor hp itu 011-903-0215, 0215 sama dengan kode telpon miliknya.

Sedangkan Jun Xi sendiri pergi ketempat ia melihat En Xi pertama kalinya, ia berharap dapat melihat dan bertemu dengannya kali ini. Ia menelusuri setiap tempat di wilayah itu. Dan saat ia sedang mencari ia hamper saja disiram oleh seorang ajhumma yang tidak lain adalah ibu En Xi, tapi Jun Xi tidak mengenal ajhumma itu. Sampai larut malam Jun Xi tidak juga menemukan En Xi.

Sedangkan En Xi sedang bersih-bersih di kamar A Tai yang sekarang sedang di tempati oleh En Xi. Ia pun menaruh hp yang telah di charge di meja dan menuliskan memo di dekatnya yang berisi nomor pager En Xi bila teman A Tai membutuhkan sesuatu. Karena En Xi tidak melihat koper teman A Tai, En Xi pun berinisiatif menyiapkan sebuah piyama yang ia simpan di dalam lemari. En Xi juga mengatakan bahwa di hp yang ia charge tadi terdapat sebuah pesan.

Jun Xi pun lelah dan memutuskan untuk pulang ke hotel. Ia pun beristirahat di sofa, dan ia melihat hp nya sudah ada di atas meja dan membaca note yang di tinggalkan En Xi.

Jun Xi pun mencari piyama itu dan ia melihat hp nya ternyata benar ada sebuah pesan suara. Ia langsung mendengarkan isi pesan itu ternyata itu dari tunangannya, Yu Mei sangat khawatir karena Jun Xi tidak member kabar atau menghubunginya. Jun Xi melihat nomor pager yang tertera di note tadi 012-323-0215, ia pun berkata sama seperti En Xi bahwa mereka mempunyai nomor belakang yang sama.

Keesokan paginya Jun Xi kembali ke tempat yang sama, ia duduk sambil memakan ramen instan, ia sedang menelpon temannya ternyata hp nya low bath. En Xi menerima sebuah pesan di pagernya, ternyata itu pesan dari Jun Xi ia meminta En Xi untuk menelpon karena hp miliknya baterainya habis.

En Xi pun menelpon tamu nya itu, ia menanyakan apakah benar tamunya itu yang mengirim pesan padanya tadi. Jun Xi pun membernarkan. Jun Xi bilang bahwa baterai hp nya benar-benar akan habis. En Xi pun memberitahukan bahwa tamu dapat membawa ponselnya ke bagian resepsionis.

Setelah selesai bicara En Xi dan Jun Xi terdiam semua, tenggelam dengan pikiran mereka masing-masing. Sampai pada akhirnya mereka bicara berbarengan dengan mengatakan “Aku …”. Akhirnya En Xi bertanya mengapa tamunya itu kemari, karena merasa ini masalah pribadi En Xi pun langsung berkata maaf pada Jun Xi. Tapi Jun Xi langsung mengatakan bahwa ia disini ingin mencari seseorang. En Xi pun balik bertanya apakah tamunya sudah menemukan orang yang dicari. Jun Xi menjawab bahwa ia masih terus mencari. En Xi mendengar suara tut .. tut .. dari hp tamunya itu, ia pun segera bilang bahwa ia akan menunggu tamunya itu di bagian resepsionis dan Jun Xi pun menyetujuinya untuk bertemu disana (duh aku yang deg-degan neh akhirnya mereka akan bertemu ..)


Di perjalanan Jun Xi tiba-tiba menerima telpon. Ia terlihat panik dan segera meminta pada supir untuk membawanya ke bandara. Sedangkan En Xi masih dan terus menunggu kedatangan tamu nya itu. Ia menunggu di depan hotel dengan terus memperhatikan ke arah jalan.

Ternyata yang menelpon tadi adalah ibu dari Yu Mei. Saat ini Jun Xi sudah berada di rumah sakit. Ibunya bilang bahwa Yu Mei sudah berhari-hari tidak makan dan akhirnya jatuh pingsan. Ibunya menyalahkan Jun Xi karena tidak memberi kabar pada Yu Mei. Jun Xi pun meminta maaf pada ibu nya atas kejadian ini.

Setelah lama menunggu En Xi memutuskan untuk mengecek kamar tamunya itu, ia memencet bel tapi tetap tidak ada respon. Karena ia memegang kunci ganda ia pun memutuskan masuk dan melihat kamar itu memang kosong ia hanya melihat jas tamunya masih ada di sofa.

En Xi pun menyalakan lampu dan masuk ke dapur, tanpa disangka disana ada A Tai sedang minum-minuman sendiri tanpa cahaya. A Tai pun sedang mabuk. En Xi meminta maaf karena ia tidak tahu bila di dalam ada orang. En Xi pun hendak meninggalkan A Tai tapi A Tai melarangnya karena kebetulan ia sedang mencari En Xi. En Xi mengatakan apa yang bisa ia bantu. Tapi A Tai menjawab bahwa En Xi tidak perlu kaku di hadapannya. A Tai pun mendekati En Xi dan tiba-tiba ia memuji kecantikan En Xi. En Xi heran dan bertanya mengapa A Tai bisa sampai mabuk begini. A Tai dengan ragu-ragu menjawab , lalu En Xi bilang A Tai tidak perlu memberitahukan masalah pribadi padanya. A Tai malah menjawab bahwa ibunya akan menikah lagi. En Xi pun kaget mendengarnya.


-Bersambung-

5 komentar:

maria mengatakan...

like this,, jempol empat dah bw author... gomawooo...
cemunguuuudhh...

oktaviani diana mengatakan...

@maria ..
makasih ya jempolnya ..
jadi nambah neh tenaga supernya ..

Anonim mengatakan...

seru!!!!!!!!!!!!!!

Anonim mengatakan...

trima kasih sinopsissnya

Anonim mengatakan...

Film yang tak terlupakan...makasih yaa..

Poskan Komentar

 
Powered by Blogger