Pages

Subscribe Twitter Facebook

Jumat, 14 September 2012

sinopsis beloved episode 3

Jin Se berkata pada Hong Ran bahwa hari ini ia akan berpura-pura tidak mendengar kata apapun dari Hong Ran. Karena baginya Hong Ran adalah anak dari gurunya dan ia sudah menganggap Hong Ran seperti adiknya dan tidak lebih. Hong Ran pun menjawab bahwa Jin Se tidak perlu khawatir dan panik karna ia akan menyukai Jin Se sendiri (maksudnya tanpa balesan loh ..). Setelah melihat suaminya dengan wanita lain Chan Joo pun memutuskan untuk menelpon suaminya, namun tidak di angkat juga.
Setelah sampai dirumah dan saat makan malam, Jin Se minta maaf pada istrinya karena tidak bisa mengangkat telponnya karena ia sedang bersepeda. Chan Joo pun mengorek sedikit demi sedikit, ia bertanya pada suaminya mengapa ia pulang dengan bersepeda pada saat hujan apakah ia seorang gelandangan. Jin Se malah bercanda seperti biasanya, ia meminta istrinya untuk sedikit memperhatikannya karena di usianya yang 20-an ia masih di kagumi apakah Chan Joo benar-benar tidak peduli. Chan Joo pun balik bertanya apakah ada gadis lain yang bilang cinta pada dirinya. Namun Jin Se berkata bahwa ia hanya bercanda, ia juga bilang bahwa istrinya ini layak bangga di jenjang 30-an yang bermartabat ia bisa mendapatkan pria lebih muda. Chan Joo tertawa mendengarnya lelucon suaminya itu. Namun saat malam ia tidak bisa tidur memikirkan suaminya bersama wanita lain, ia pun pergi ke mesin cuci dan melihat jaket yang suaminya kenakan hari ini.
Han Soo dan Jin sudah berada di studio tari dimana Hong Ran sedang berlatih. Hong Ran dan Jin Se sama-sama terserang flu karena hujan semalam, mereka pun batuk bergantian dan hal itu diperhatikan benar oleh Han So. Lalu saat di luar ruang tari Han Soo berkata pada Jin Se bahwa proyek ini sudah di alihkan ke kepala tim Cho. Jin Se bertanya mengapa tiba-tiba di rubah. Han Soo pun langsung menanyakan apa yang terjadi antara Jin Se dan wanita itu apakah mereka sudah melakukan pertunjukan telanjang. Jin Se kaget mendengar kata-kata Han Soo dan Jin Se pun menjelaskan bahwa mereka berdua semalam kehujanan. Han Soo makin geram dengan kelakukan sahabatnya itu, walaupun ia playboy namun ia tidak ingin temannya menyakiti istrinya sendiri. Han Soo berkata apakah ini cara Jin Se kasian pada anak dari gurunya dengan cara kehujanan bersama-sama dan memberinya tempat tinggal dengan mengambil alih gudang. Jin Se tidak menjawabnya dan berlalu pergi, ternyata dari jendela studio Hong Ran dapat mendengar dengan jelas apa yang Jin Se dan Han Soo bicarakan.
Chan Joo dan Myung In sedang di restoran, Myung In bertanya apakah Chan Joo sudah mendengar bahwa ternyata Euny Hyeok lah penanam saham pada perusahaan mereka dan telah menyelamatkan semua karyawan disana. Mungkin itulah alasan mengan Baek In Kyung mengambil alih majalah. Namun setelah Myung In banyak bicara Chan Joo sama sekali tidak menggubris Myung In ia sibuk sendiri menyantap semua makanan di depannya tanpa henti dan itu membuat Myung Jin heran.
Jin Se dan Hong Ran sedang di taman, Jin Se memberikan obat agar Hong Ran cepat sembuh dari flunya itu. Hong Ran pun langsung bertanya mengenai hal yang ia dengar, apakah karena dirinya tinggal gratis di gudang itu membuat Jin Se banyak mendengar kata-kata yang tidak enak di dengar. Namun Jin Se berkata bahwa semua itu tidak seperti yang Hong Ran bayangkan. Hong Ran menanyakan apakah Jin Se bisa memasak “kastanye” dan ia berharap Jin Se mempunyai waktu besok malam karena besok adalah hari peringatan kematian orang tuanya. Jin Se pun berjanji bahwa ia akan datang untuk menemui gurunya. Hong Ran pun pamit untuk berlatih lagi, tiba-tiba ponselnya berdering dan itu dari Myung Jin yang memberitahukan bahwa ada suatu hal yang terjadi pada istrinya.
Jin Se langsung bergegas menemui istrinya dan membawanya kerumah sakit. Saat Chan Joo sudah mendapatkan pertolongan Chan Joo heran mengapa istrinya itu bisa tersedak makanan apakah ia sedang banyak pikiran. Lalu Chan Joo berkata bahwa kemarin malam ia melihat seseorang yang mirip dengan Jin Se dengan seorang wanita. Jin Se pun membenarkan bahwa itu memang dirinya, namun Jin Se berbohong bahwa ia sedang menolong pegawai dekat daerah situ yang tidak membawa payung dan memberikan jaketnya. Lalu Jin Se balik bertanya mengapa istrinya tidak langsung menelponnya bila ia melihatnya kenapa langsung pergi. Chan Joo pun berbohong ia berkata bahwa ia sedang di mobil sendirian. Lalu mereka kembali tertawa bahagia lagi, di kesempatan itu Jin Se berkata untuk menambah anggota keluarga mereka kerena ayah Chan Joo sudah lama menunggu semenjak 3 tahun mereka menikah. Dengan manja Chan Joo meminta suaminya untuk tidur di ranjang kamar rawatnya.
Hari ini adalah ulang tahun Chan Joo, di kantor semua teman-teman Chan Joo sedang menunggunya karena Chan Joo mendapatkan sebuah kado dan mereka membuat taruhan. Saat Chan Joo membukanya betapa kaget semua orang yang melihatnya karena itu seperti Kristal, Janie pun bertanya pada Chan Joo apakah itu benar-benar dari suaminya karena tiap tahun suaminya memberikan hadiah namun sangat simple beda dengan yang satu ini. Disaat yang tidak tepat Baek In Kyung melihatnya dan langsung berkata bahwa benda itu adalah kaca Menagerie (sebuah ornament film yang dimainkan oleh Tennese Williams).
Saat sedang membaca surat di dalam kado itu ia di beritahu oleh Myung In bahwa ia di tunggu In Kyung di kantornya. Baek In Kyun langsung berkata “memandang jauh dari kenyataan dan mendengarkan lagu lama dengan cahaya lilin, karakter utama yang tenggelam ke dunia dari kaca menagerie mengingat masa lalu itulah favorit suaminya. In Kyung pun bertanya apakah Chan Joo bertemu dengan suaminya ??. Chan Joo pun memberitahu dengan tegas bahwa suaminya tidak akan pernah kembali jika In Kyung tidak mencoba mengubah hatinya dulu karena begitulah seharusnya. Lagi-lagi In Kyung mengancam bahwa salah satu dari mereka akan ada yang jatuh.
Jin Se sedang di supermarket, ia menelpon Hong Ran untuk memberitahukan bahwa sepertinya ia tidak bisa datang menemani Ran dalam peringatan kematian orang tuanya. Ran bertanya apakah hal itu sangat penting dan Jin Se tidak bisa meluangkan waktu walaupun sebentar. Namun Jin Se berkata ia minta maaf karena hal ini sangat penting. Ternyata mereka berpapasan dalam supermarket yang sama. Jin Se kikuk di depan Hong Ran. Ran melihat belanjaan Jin se dan bertanya apakah istrinya sedang berulang tahun. Jin Se tidak menjawabnya dan menawarkan diri untuk menemani Ran belanja. Namun Ran terlihat kecewa dan menolak bantuan Jin se sambil berkata bahwa ia sudah terbiasa melakukan segala hal sendiri.
Tapi Hong Ran mengajukan diri untuk membantu Jin Se mencarikan hadiah yang cocok untuk istrinya, betapa kagetnya Ran serelah tahu bahwa istri Jin se lebih tua darinya. Akhirnya Ran memutuskan untuk memilihkan sebuah parfume untuk Jin Se berikan pada istrinya.
Bagaimana bisa seperti ini …
Kebingungan ini …
Menunggu …
Angin ini …
 Pesta pun di mulai si sebuah restoran. Mereka semua tertawa bahagia dan bercanda namun beda hal dengan apa yang sedang Jin Se rasakan. Ia terus memikirkan Hong Ran. Akhirnya ia pamit ke toilet, disana ia mengirimkan SMS menanyakan apakah Ran sudah memulai acaranya. Ternyata kegalauan bukan hanya milik Jin Se, Chan Joo pun diam-diam mengirim SMS untuk Eun Hyeok agar tidak menunggunya. Saat di depan ruang tempat pesta Jin Se melihat istrinya di luar. Mereka berdua tampak sangat gelisah. Ternyata kegelisahan yang Jin Se rasakan tidak dapat ia bendung lagi. Saat Chan Joo dan yang lainnya sedang asik berkaroke ia pun berlari menemui Hong Ran. Sedangkan Eun Hyeok memutuskan untuk pulang dan meninggalkan bunga di atas kursi café, karena ia tahu hari ini tidak mungkin Chan Joo datang menemuinya.
Saat pulang ke apartemennya Eun Hyeok kaget melihat sudah ada Baek In Kyung di dalam. Ia bertanya apakah In Kyung menyuruh orang membuntutinya. Dengan sombong In Kyung berkata hal itu tidak sulit untuk menemukan suaminya yang hilang. In Kyung memberitahukan bahwa pamannya sangat marah dan Eun Hyeok harus menemuinya jika tidak maka semua ini akan diluar kendali karena Eun Hyeok sudah melangkah terlalu jauh. Ketika In Kyung mengetahui bahwa suaminya yang mencegah kebangkrutan, saat ia mendapatkan surat perceraian di hari peringatan pernikahan dan ketika Eun Hyeok kabur dari rumah dan mengundurkan diri itu semua tidak begitu parah namun saat Eun Hyeok mengirimkan hadiah ulang tahun kepada mantan pacarnya yang mana istrinya adalah bosnya itu membuatnya marah.
Saat di perjalanan pulang Chan Joo dan Jin Se terlihat sangat bahagia dan menikmati moment berdua. Jin Se meledek istrinya dengan mewawancarai bagaimana perasaan Chan Joo hari ini dan apa yang ingin ia sampaikan pada suaminya. Chan Joo menjawab bahwa ia lega karena sudah tidak sendiri dan ia rindu karena suaminya sudah cukup tua karena membelikannya parfum untuk gadis muda. Lalu Chan Joo berdiri di depan Jin Se ia meminta Jin se saat nanti umurnya 43,63,73 sampai 83 dan ketika ia menopause, ompong, beruban, pincang ia harus tetap bersamanya. Dan juga Jin se tidak boleh melirik wanita lain kalau sampai ketahuan maka ia akan dimusnahkan tanpa jejak. Lalu mereka pun tertawa bersama dan Jin Se menggendong istrinya sampai kerumah sebagai kado darinya.
Setelah selesai berpesta, Han soo dan juga Myung In melanjutkan minum berdua hingga Myung In mabuk. Myung In mabuk berat, saat ia mabuk ia mengungkapkan semua isi hatinya tenyata Myung In adalah orang yang sangat kesepian dimana semua temannya sudah menikah hanya ia sendiri yang belum bahkan berkencan pun tidak. Karena Myung In semakin tidak sadar dan membuat kekacauan lagi-lagi Han Soo membawanya ke kantor dan mereka pun tidur berdua menghabiskan malam. Saat Myung In sadar ia sudah dalam keadaan tidak memakai apapun, Han Soo pun datang ia berkata bahwa ia bisa membantu mengatasi kesepian namun Myung In marah-marah dan mengatakan semua ini menjijikan untuknya dan tidak ada artinya.
Han Soo menginterogasi Jin Se lagi, ia tahu bahwa Jin se menghilang saat itu adalah untuk bertemu dengan Hong Ran. Han Soo mengulangi lagi kata-katanya bahwa semua orang tidak bisa menipu karena Jin Se akan ketakutan dan gugup. Jin Se panik dan bertanya apakah istrinya tahu ia pergi kemana. Han Soo tertawa bagaimana mungkin ia membiarkan hal itu terjadi, ia berkata pada Chan Joo bahwa ia menyuruh dirinya pergi mengurus urusan kantor yang dadakan. Jin Se pun berkata sekali lagi bahwa ia sudah berjanji saat pernikahan hanya akan mencintai satu orang saja dan sampai saat ini ia tetap begitu. Ia hanya menepati janji saja dan ia hanya menolong orang yang membutuhkan bantuan ini juga murni sebuah penyesalan masa lalu. Ternyata Hong Ran sudah di depan pintu ruangan mereka, ia mendengar semua dengan jelas. Ia pun langsung masuk dan menghampiri Han Soo untuk memberikan uang sewa gudang itu lalu ia segera pergi. Jin Se merasa ada kesalahpahaman ia pun mengejarnya dan saat itu Hong Ran berkata bahwa ia akan segera pindah.
Konflik pun terjadi pada Chan Joo dengan Eun Hyeok. Chan Joo pergi menemui Eun Hyeok untuk mengembalikan hadiah yang diberikannya. Eun Hyeok berkata untuk apa Chan Joo menemuinya hanya untuk mengembalikan hadiah bila memang tidak ada yang ia harapkan selain itu karena bisa dengan mudah Chan Joo membuangnya ke tong sampah. Chan Joo sangat kesal dan tidak mengerti mengapa Eun Hyeok sangat keras kepala dan nekad, ia pun bertanya apakah Eun Hyeok benar-benar tidak mau pulang. Eun Hyeok menjawan jika ia dengan mudah pulang maka ia tidak akan pergi. Chan Joo berkata bila Eun Hyeok tidak bisa menghentikan langkah istrinya maka ia yang akan menghentikan dengan caranya sendiri.
Chan Joo menelpon suaminya namun tidak ada jawaban, ia pun memutuskan untuk pergi ke kantornya karena ia ingin makan malam berdua dengan suaminya. Namun sesampainya di kantor hanya ada Han Soo dan ternyata ponselnya tertinggal. Han Soo memanggil Chan Joo seperti ingin bicarakan sesuatu namun ia enyahkan niat itu. Ia hanya berkata bahwa Jin Se baru saja keluar mungkin tadi Chan Joo saling melewati satu sama lain di jalan.
Ternyata Jin Se menemui Hong Ran. Hong Ran sangat marah karena ia tersinggung mendengar ia hanya menolong orang yang membutuhkan, ia berkata bahwa ia tidak tinggal gratis di gudang itu. Walaupun ia tidak punya banyak simpanan tapi ia akan mendapatkan uang di kontes menari. Jin Se tidak bisa memperlakukannya seperti pengemis. Hong Ran pun berlari dan tiba-tiba ia menabrak seseorang yang tidak lain itu adalah Chan Joo. Hong Ran pun diam terpaku di tempat.

-Bersambung-

Apa jawaban Jin Se atas semua pertanyaan dari Hong Ran ??
Apakah di hati Jin Se telah tertanam rasa suka pada Hong Ran ??
Akankah pertemuan Chan Joo dan Hong Ran yang tidak sengaja ini menjadi awal dari masalah yang akan Chan Joo dan Jin See hadapi ??
Tunggu ya di episode selanjutnya ..
Drama ini benar-benar menguras emosi pembaca ..
Simak terus oke …  

1 komentar:

sellycarter mengatakan...

Thx sinopsisnya...lanjut hingga akhir

Poskan Komentar

 
Powered by Blogger